MENTOR CLOSING adalah

Sebuah cara untuk 

  • (1) mencapai tujuan hidup 
  • (2) mencapai penghasilan impian 
  • (3) hidup tenang dan bahagia, dengan membereskan 'kegagalan berpola' yang terjadi dalam diri maupun tim perusahaan Anda. 

Hubungi WA 081311998489. Sudah terbukti selama 15 tahun dipraktekkan

Jika ini masalahnya :

  • (1) Sudah ikut berbagai seminar, pelatihan sukses, kursus, pendampingan; namun hasilnya gitu-gitu saja?
  • (2) Sudah coba berbagai strategi sukses namun selalu menemui hambatan atau kegagalan yang sama?
  • (3) Sudah banyak baca buku dan praktekkan video-video sukses namun serasa tidak beranjak kemana-mana?
  • (4) Banyak keluarga, teman, dan relasi namun hati tetap merasa hampa?
  • (5) Banyak melakukan kebaikan, membantu sesama, dan ikut organisasi sosial namun rasa damai belumlah tercapai?
Jika itu masalahnya, segera hubungi kami di WA 081311998489

Hubungi Kami Mentor Closing

BOWO Cahyono, Pria kelahiran Gunung Kidul, DIY ,48 tahun silam ini bangkrut akibat pandemi Covid 19 dan menyisakan hutang sampai Rp 500 juta.

BOWO Cahyono, Pria kelahiran Gunung Kidul, DIY ,48 tahun silam ini bangkrut akibat pandemi Covid 19 dan menyisakan hutang sampai Rp 500 juta.

Namun bangkrut tidak lantas harus terpuruk. Justeru situasi tak menyenangkan tersebut harus dijadikan momen untuk bangkit. Kembali menata hidup dengan belajar dari kesalahan masa lalu.

Bowo menuangkan segala perih hidupnya yang kemudian melahirkan motivasi-motivasi brilian yang akhirnya mampu membuatnya bangkit melalui sebuah buku berjudul Buku Titik Balik, Hidup Apa Adanya. Buku yang ditulis hanya dalam waktu sebulan tersebut, ternyata mendapatkan respon bagus dari kalangan pembaca.

“Buku ini benar-benar berisi metode yang saya lakukan untuk bangkit di tengah keterpurukan ekonomi, dan saya tuliskan ketika saya mudik ke kampung halaman orantua saya di dusun Karangduwet Karangmojo ,Gunung Kidul,kata Bowo.

Ketika itu Bowo tidak bisa kembali ke Jakarta karena PSPB ,dan akhirnya menulis ,mengungkapkan segala perih hidupnya ke dalam tulisan yang akhirnya menjadi buku.

Bowo menceritakan beberapa bisnisnya gulung tikar akibat pandemi Covid-19 dan menyisakan hutang hingga Rp500 juta. Bisnis showroom motor yang semula dijadikan salah satu andalan hidupnya, perlahan bangkrut dan akhirnya tutup.

Juga usaha-usaha dibidang lainnya, tak lagi bisa diharapkan untuk bisa berlanjut. Padahal untuk membangun bisnisnya, Bowo menggunakan modal hutang dari pihak kedua. Atau ada juga yang menggunakan sistem kerjasama.

Tapi apa boleh dikata, ketika bisnis tak menguntungkan, nota kerjasama bisnis dengan pihak kedua justeru berubah menjadi hutang yang menggunung. Pihak mitra maunya untung, tapi tak mau menanggung rugi. “Sayang saya waktu itu belum paham model kerjasama yang aman,” tambahnya.

Akibat hutang yang menggunung, Bowo menjadi sasaran debt collector. Hidup pun tak nyaman. Dihantui rasa ketakutan dan kekhawatiran. Sebab debt collector tidak hanya mengancam dan menerornya, tetapi juga mengganggu keluarga yakni anak dan istri.

Dalam keterpurukan tersebut, Bowo lantas mencoba bangkit. Sisa-sisa uang yang ada, ia gunakan sebagai modal. Ibarat kata hanya modal beli pulsa untuk dapat mengakses media sosial. Ya, lewat media sosial Bowo mulai bangkit, mulai merintis usahanya kembali.

“Jual beli motor saya lanjutkan, tetapi tidak lagi pakai showroom. Saya cukup memajang barang dagangan di media sosial, menawarkan lalu ada saja masyarakat yang berminat membeli,” katanya.

Kisah tentang bagaimana dia membuka showroom virtual tersebut menjadi satu dari 48 kisah menarik yang ditulisnya di buku Titik Balik. Kisah-kisah inspiratif lainnya bisa menjadi model bagi siapa saja yang mau bangkit dari keterpurukan ekonomi seperti yang telah Bowo lakukan. Misalnya saja Facebook Menghasilkan Uang, Saktinya Bisnis Online, Usaha Itu Menjual Solusi, Cara Menyelesaikan Hutang, Rejeki yang Diantar, Nyari Uang Recehan dan sebagainya.

Dalam buku setebal 195 halaman tersebut, Bowo juga berkisah tentang kiat untuk sukses dengan menghindari hutang (riba). Ia mengatakan jika bisnis dibangun dengan hutang apalagi riba, maka tunggulah masa kehancurannya.

‘Ini yang namanya uang kita disedot dengan bunga kredit. Sudah saya katakan di depan bahwa ini buang-buang uang.’ (hal 50).

Karena itu ketika Bowo bertekad hijrah, semua barang yang dibeli dengan sistem kredit dan riba, dia jual termasuk mobil dan rumah. Dari hasil penjualan asset tersebut Bowo lantas menutupi semua sisa hutangnya.

Dalam buku yang dijual secara online tersebut, Bowo juga memberikan kiat bagaimana memulai usaha tidak dengan modal yang besar, tidak dengan lokasi yang strategis atau biaya marketing yang mencekik. Bahkan bisa tidak memakai jasa karyawan. Semua bisa dimulai dari media sosial, yakni jualan secara online.

Kiat suksenya berjualan melalui internet, dalam buku tersebut Bowo mengupas tuntas dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami masyarakat awam. ‘Terus bangun secara bertahap, bangun keakraban dengan customer. Buat status-status yang menarik dan orang-orang semakin akrab dan terbiasa. Setelah itu sesekali upload barang dagangan.’ (halaman 69).

Meski usaha yang digeluti tidak membeni orang lain, Bowo mengaku nyinyiran, nada sinis dan cemooh tak urung diterimanya juga. Menghadapinya, Bowo tak perlu emosi apalagi membalas nyinyiran dan cemooh tersebut.

‘Nyinyiran atau hujatan itu tidak akan menjatuhkanmu di hadapan Tuhan. Sanjungan dan hormat juga tidak akan membuatmu semakin tinggi di hadapan Tuhan.’ (hal 114).

Selain berisi tentang kisah-kisah inspiratif dan tulisan motivasi, buku yang sudah cetak untuk kedua kalinya tersebut juga memuat nasehat Bowo tentang keajaiban sedekah. Seberapapun nilai sedekah, jika dilakukan rutin dan ikhlas, tidak mengharapkan pujian, akan mampu mengetuk pintu langit. Tuhan akan memberikan balasan dengan rezeki lain yang tidak pernah kita sangka dengan nilai yang berlipat.

‘Saya pernah mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka berkali-kali. Dan bukan hanya uang saja. Saya pernah mendapatkan rezeki tiket pesawat bisnis.” (hal 124).

Bowo berharap melalui buku ini, orang yang mengalami nasib serupa atau tengah dilanda kesulitan ekonomi, dapat belajar dan terinspirasi untuk bangkit. Tak ada sesuatu yang terlambat untuk memulai hal yang baik. Karena stuck dalam keterpurukan, justeru akan memperpanjang rasa depresi dan rasa frustasi.

Meski berisi kisah-kisah motivasi sederhana, buku ini cocok dan penting untuk dibaca siapa saja. Termasuk mereka yang kini sedang berada di atas, sedang menangguk keuntungan. Karena hidup itu ibarat roda, kadang berputar pada posisi atas, tetapi bisa juga sekali waktu berada di posisi bawah.

Karena itu menyiapkan diri dengan ilmu dan pengetahuan sebagai ‘modal’ menghadapi situasi pahit itu penting. Ibarat kata, kita perlu menyiapkan dana cadangan atau dana darurat untuk menghadapi masa-masa kritis. Maka tak ada salahnya membeli lantas membaca buku Titik Balik, Hidup Apa Adanya karya Bowo Cahyono yang untuk sementara dijual melalui Facebook: Bowo Cahyono, Fan page FB: Bowo Cahyono Nugroho dan IG : bowo_cahyono_nugroho. (rini Suryati)

Sumber : https://www.krjogja.com/kisah-inspiratif/wirausaha/titik-balik-ceritakan-pengalaman-bowo-cahyono-terbebas-dari-lilitan-utang-rp500-juta/

Posting Komentar untuk "BOWO Cahyono, Pria kelahiran Gunung Kidul, DIY ,48 tahun silam ini bangkrut akibat pandemi Covid 19 dan menyisakan hutang sampai Rp 500 juta."

KONSULTASI FENGSHUI RUMAH DAN TEMPAT USAHA

JasaFengShuiRumah.com

Meningkatkan Keberuntungan Hidup dengan Feng Shui: Langkah Cerdas untuk Masa Depan yang Lebih Baik


Apakah Anda pernah merasa bahwa ada sesuatu yang menghalangi kesuksesan Anda, meskipun sudah bekerja keras?

Meskipun anda telah melakukan semua cara yang orang lain lakukan dan sukses, namun tidak berhasil dalam kehidupan anda?


Mungkin ada energi negatif yang tersembunyi di lingkungan Anda yang perlu diubah.


Feng Shui adalah seni kuno yang bisa membantu Anda membuka pintu rezeki, meningkatkan keharmonisan keluarga, dan membawa kebahagiaan dalam hidup Anda.


Mengapa Feng Shui?

Feng Shui telah digunakan selama ribuan tahun untuk menciptakan keseimbangan dan harmoni dalam lingkungan hidup.

Prinsip-prinsip Feng Shui dapat membantu mengalirkan energi positif (Chi) di rumah atau tempat usaha Anda, sehingga memberikan manfaat seperti:

  • Kesuksesan Karier: Menciptakan ruang kerja yang memotivasi dan mendukung ambisi Anda.
  • Keharmonisan Keluarga: Mengurangi konflik dan meningkatkan kebahagiaan dalam rumah tangga.
  • Kesehatan yang Lebih Baik: Menata ruang agar tubuh dan pikiran Anda merasa lebih seimbang dan sehat.
  • Keberuntungan Finansial: Meningkatkan potensi rezeki dengan menyesuaikan tata letak dan elemen rumah Anda.


Apa yang Akan Anda Dapatkan?

Dengan menggunakan jasa Feng Shui kami, Anda akan mendapatkan:

  • Konsultasi Mendalam: Pakar Feng Shui kami akan mengunjungi lokasi Anda untuk menganalisis aliran energi dan memberikan solusi yang tepat.
  • Rencana Penataan Spesifik: Anda akan mendapatkan panduan penataan ruang yang spesifik, disesuaikan dengan kebutuhan pribadi Anda.
  • Dukungan Berkelanjutan: Kami akan membantu Anda dalam setiap langkah, memastikan bahwa Anda merasa nyaman dengan perubahan yang diterapkan.


Cerita Sukses Pelanggan Kami

Banyak dari klien kami yang telah merasakan perubahan positif setelah menggunakan jasa Feng Shui.

Contoh kasus: seorang pengusaha di Surabaya yang mengalami peningkatan pendapatan hingga 50% setelah mengikuti saran dari pakar Feng Shui kami.


Siap Meningkatkan Keberuntungan Anda?

Jangan biarkan energi negatif menghalangi kesuksesan Anda. Dengan penataan yang tepat, Anda bisa meraih apa yang selama ini Anda impikan. Hubungi kami sekarang dan buktikan sendiri manfaat dari Feng Shui!




BAGAIMANA MENARIK HOKI DAN REJEKI DARI RUMAH TINGGAL ANDA SAAT INI JUGA

Siapa sangka, hanya dengan memindahkan cermin di ruang tamu, energi negatif di rumah Lisa langsung berubah, dan dalam waktu satu bulan, hidupnya berubah total.

Lisa adalah seorang wanita pekerja keras yang tinggal di Surabaya, bersama suami dan dua anaknya. Selama bertahun-tahun, hidup Lisa terasa berjalan di tempat. Meski bekerja tanpa henti, keluarganya sering mengalami ketegangan, dan masalah keuangan terus muncul tanpa alasan yang jelas. Mereka berusaha mengubah banyak hal, mulai dari cara mengelola keuangan hingga mencoba berbagai solusi praktis. Namun, tidak ada yang benar-benar berhasil.

Suatu hari, dalam sebuah acara keluarga, Lisa mendengar tentang Feng Shui dari seorang sepupunya. Sepupu Lisa bercerita bahwa setelah ia mengubah tata letak di rumahnya dengan bantuan seorang ahli Feng Shui, hidupnya menjadi lebih lancar. Mendengar cerita itu, Lisa menjadi penasaran. Meskipun awalnya skeptis, ia memutuskan untuk mencoba.

Lisa pun mengundang seorang ahli Feng Shui profesional dari Surabaya untuk berkonsultasi. Sang ahli mengunjungi rumahnya, memperhatikan setiap sudut, dan kemudian berkata, “Energi di rumah ini terhambat. Salah satu penyebab utamanya adalah cermin yang dipasang di ruang tamu.”

Cermin itu tampaknya sepele—diletakkan di sebelah sofa, berhadapan langsung dengan pintu masuk. Lisa tak pernah menyangka bahwa benda yang sehari-hari ia lewatkan bisa menjadi sumber masalah. Menurut ahli Feng Shui, posisi cermin tersebut memantulkan energi positif yang masuk ke rumah dan membuangnya kembali, sehingga rumah tidak pernah benar-benar dipenuhi oleh energi baik.

"Bagaimana jika kita memindahkan cermin ini ke dinding lain?" kata sang ahli. Ia juga memberi beberapa saran lain, seperti mengubah arah meja makan dan menambahkan elemen kayu di sudut tertentu untuk meningkatkan aliran energi rezeki.

Dengan mengikuti saran tersebut, Lisa mulai mengubah tata letak rumahnya. Hanya dengan sedikit usaha, cermin itu dipindahkan ke tempat yang lebih baik. Pada awalnya, tidak ada perubahan yang mencolok. Namun, dalam beberapa minggu, Lisa mulai merasakan perbedaannya.

Ketegangan yang sebelumnya sering terjadi di rumah mulai mereda. Anak-anak yang sebelumnya sering bertengkar, tiba-tiba menjadi lebih tenang dan akur. Lisa sendiri merasa lebih nyaman dan rileks saat berada di rumah. Yang paling mengejutkan, dalam waktu satu bulan, bisnis yang dikelola suaminya yang sebelumnya mengalami penurunan mulai menunjukkan kemajuan. Tiba-tiba ada banyak pesanan yang datang, bahkan beberapa tawaran kerja sama bisnis baru.

Lisa tak percaya bahwa semua ini bisa terjadi hanya karena memindahkan sebuah cermin. Ia menyadari bahwa Feng Shui bukan hanya tentang tata letak rumah, tetapi tentang keseimbangan energi yang dapat memengaruhi setiap aspek kehidupan—mulai dari hubungan keluarga hingga rezeki.

Sejak itu, Lisa semakin percaya pada kekuatan Feng Shui. Ia mulai memperhatikan bagaimana setiap elemen di rumahnya dapat mempengaruhi keseimbangan energi di dalamnya. Tidak hanya itu, ia juga merekomendasikan konsultasi Feng Shui kepada teman-teman dan kerabatnya. Banyak dari mereka yang juga merasakan perubahan positif setelah menata ulang ruang mereka.

Bagi Lisa, memindahkan cermin di ruang tamu menjadi awal dari perubahan besar dalam hidupnya. Hal sederhana yang sebelumnya ia abaikan ternyata memiliki dampak luar biasa. Dalam waktu satu bulan, tidak hanya energi di rumah yang berubah, tetapi juga kehidupan keluarganya yang penuh dengan kebahagiaan dan kesejahteraan.

Bagaimana Menarik HOKI dan REJEKI dari RUMAH TINGGAL (klik gambar)
.